Jumat, 21 April 2023 0 komentar

Setelah kamu mati

 Sesaat setelah kamu mati


Perusahaanmu akan cari karyawan lagi

Tetanggamu menyetel musik dg keras sambil menari

Setelah kamu mati

Saudaramu tetap pergi belanja dengan anaknya

Ibumu mencari ayah baru

Setelah kamu mati

Keponakanmu bikin kue nastar lebaran dg anaknya

Setelah kamu mati, mereka tetap merayakan lebaran dengan sukacita



Apakah kamu tau semuanya?
Semua yg terjadi setelah kamu mati.
Bagaimana mengabarimu?
Apakah ada cara untuk memberitahumu tentang semua yg kau lewati karna mati?

Apakah kamu tau, dunia baik2 saja setelah kamu mati? Mereka melanjutkan hidup seolah tak terjadi apa-apa.

Mereka hanya mengingatmu bagian per bagian.

Lalu..

Seperti apa mereka akan mengingatku?
Apa yg mereka lakukan setelah aku mati?
Apakah kita akan bertemu lagi?
Sabtu, 22 Januari 2022 0 komentar

Lemah

 

Bagi seorang yang lemah, sedikit maklum adalah kelegaan..

Bagi seorang yang lelah, sedikit senyuman adalah kekuatan..

Bagi seorang yang bingung, adanya teman adalah pengharapan..

Bagi seorang yang kalah, pelukan hangat adalah rumah..

Bagi seorang yang pandai bersyukur, dunia ada di genggamannya. Gemericik air sungai yang jernih mengalir di sela jemarinya.

Taman dan kebun yang rindang mengakar di matanya. Di matamu, melekat dengan tatapanku, seseorang yang lemah.


                         





















Ps: it was created when in despair and in an urge to cry.

Minggu, 14 November 2021 0 komentar

Tidur

 Telah kuputuskan malam ini aku tidur bersamamu..

Merangsek ke dalam ceruk antara dagu dan dadamu.

Kepayang bersama aroma tubuhmu yang tidak pernah kutemui dalam lorong kosmetik di minimarket manapun.

Telah kuputuskan malam ini aku tak akan bermimpi.

Untuk malam ini ruangan kecil ini lebih indah dari ribuan imaji.

Akan kuingat bingkai bulumatamu yg lentik.

Telah kuputuskan malam ini, untuk pulang ke rumah..

Mentari esok, apa kata nanti..
Jikalau belum siap hati,
Yasudah aku pulang ke pergi.



                               


         



Kamis, 22 Juli 2021 0 komentar

Ruang sedih

Ketika perbuatan baik kita dicela itu.. rasanya sakit banget ya.
Apalagi kalau yg melakukan adalah salah satu orang terdekat kita.
Serba salah. Mau marah balik takutnya mereka ga terima dan menjauh, mau ditelan sendiri..rasanya kok pahit banget.

Terkadang hal-hal seperti itu yg akhirnya membuat kita jadi tertutup, enggan bercerita. Buat apa cerita kalo ternyata ujung-ujungnya kamu tidak bisa memahami saya? Kalo tidak bisa merespon positif, setidaknya mereka masih bisa diam dan mendengarkan saja kan? Harusnya.
Kesel banget sih. 

But, that's a life! 
Kita ga bisa mengontrol reaksi orang lain. 
Kita hanya bisa mengontrol respon & emosi kita sendiri ketika hal seperti itu terjadi.
Tidak semua orang sepaham dengan kita. Tidak semua orang bisa bijak mengeluarkan kata-kata. 

Satu yang perlu kamu ingat, their words can't define you!
Kamu lebih dari apa yg mereka katakan.
Kalau kamu yakin bahwa yg kamu lakukan benar dan bermanfaat (setidaknya bagi dirimu sendiri) maka lakukanlah!
Jangan berhenti!
Kalau memang perbuatanmu benar dan niatmu tulus, jangan pernah merasa gagal.
Sesungguhnya Allah lebih tahu seperti apa niatmu. Keep spirit ! 😊





          

Minggu, 18 Juli 2021 0 komentar

Peringatan!

Sekali lagi kuingatkan,

Kau tidak berhak atas mataku, apa kau paham?
Berhenti berayun disana seolah itu milikmu.

Berhenti merajut diatas alisku!
Menancapkan palang seolah di tiap belukarnya akan direbut orang.

Katakan padaku apa ada orang yang lebih egois dari dirimu?
Sementara lesung pipimu kau bagikan pada mereka
Dan lenganmu dengan sukarela kau jadikan tumpuannya.

Sekali lagi ku peringatkan.. jangan kau tunjukkan senyum nakalmu itu. 
Satu dari sekian kelemahanku.
Sudah ku petik senapan bisu ini dari dulu, bila bukan karena itu.







































NB : masih butuh perbaikan disana-sini. Pasti akan dirubah-rubah lagi. Akhir2 ini kalo bengong/gabut pengennya bikin sesuatu atau exercising on 'something'. 
Ga selalu hal yg w alamin, tp apa aja yg saat itu terlintas di kepala. I wish i can get better on writing something 💪🏻
Kamis, 15 Juli 2021 0 komentar

Rumpang

 

Malam ini aku punya setumpuk rindu. 

Yang menggeliat dari dasar jiwa yang rapuh, mengetuk-ngetuk pintu rumahmu. Melalap habis isi kepala yang riuh

Malam ini aku punya setumpuk rindu, yang mungkin tak akan pernah terpuaskan.

Aku rindu pada 2 kucingku yang dulu
Kucing putihku telah mati, sedang yang satu entah kemana pergi, atau mungkin memang sengaja dibuang ayahku.. aku rindu rengekan mereka saat subuh seolah membangunkan aku dr tidur lelap, dan menyuruhku bersiap untuk menjadi kuat pada hari-hari suram itu.

Aku rindu nenekku. Telah lama ia kembali pada Sang Pencipta.
Aku rindu dibelikan baju tidur saat mudik lebaran. Aku rindu ia omeli ketika tidak sengaja minum dg tangan kiri. Aku rindu aroma khas tubuh tua renta, kasur lapuk, dan kamar lembab nenekku.. ah.. mungkin ibuku lebih merindukannya.

Aku rindu rutinitasku tepat setahun yg lalu dari sekarang. Aku rindu menjalani hari-hariku dg senyum sumringah khas gadis yg sedang kasmaran. Aku rindu kau nyanyikan lagu-lagu pilu. Aku rindu gelak tawamu saat mendengar cerita-ceritaku.

Apa kau tau terbuat dari apa rindu itu?
Sepertiga dari rindu adalah rasa sesal.
Menyesal tidak menghargai tiap detik yang kuisi bersamamu, bersama mereka. 

Sepertiga lagi adalah perpisahan. Ya, karna tanpa perpisahan tak mungkin timbul yang namanya rindu. Aku benci kata itu. Tapi mereka bilang, perpisahan adalah milik semua yg bernyawa di semesta ini.

Dan sisanya adalah kekosongan. Kekosongan ku saat ini yg berharap bisa diisi dg kenangan-kenangan itu lagi, bersamamu, bersama mereka.
Temanku bilang bahwa Tuhan akan mengosongkan hatimu untuk mengisinya dg yang baru, yang lebih baik. Aku setuju. Dengan syarat bahwa itu benar kosong.

Tapi bagaimana dengan rumpang?
Bisakah dahan yang tlah patah kau sambung lagi ?
Gelas yg pecah kau satukan lagi?
Dan paku yg tlah tertanam kau cabut tanpa meninggalkan lubang ?

Mungkin aku meragukanmu.
Tapi Tuhan lain cerita.
Entah apa skenario selanjutnya..
Ku biarkan Tuhan  merampungkan apa yg rumpang.





                      

Selasa, 13 Juli 2021 0 komentar

Bulan malam ini

 Git.. malam ini aku melihat bulan indah sekali.. pun bintangnya..

Langit sangat cerah malam ini.
Dia bergeser git. Aku lebih suka posisinya yang awal.. tapi bulan tetaplah cantik.
Hanya sudut pandangku yg berubah, seiring berjalannya waktu.

Waktu berjalan, musim berubah. 
Menggeser, mengganti, merubah, apapun yang ada di semesta. Tak ada yang tak fana.


Seperti minum kopi git.. harus pada hangat yg pas. Tidak terlalu panas, dan jangan kau biarkan menjadi dingin.
Ini perihal waktu git.

Waktu yg tepat.

Waktu itu akan datang git. Seperti waktu kamu datang kepadaku. Yang akhirnya menjadi teman hidupku saat ini. Menjadi saksi atas semua pesakitan. Pelampiasan sepi-heningnya malamku.

Tapi malam ini ironi git..
Mengapa bulan begitu indah disaat pilu melingkupi kami. Bulan seakan tidak peduli atas ratapan anak-anak yang menjadi yatim.

"Bulan tidak salah, sudut pandangmu dan bulan berbeda" sahutmu.




                






Nb : maaf atas kualitas gambarnya.. sungguh malam ini bulan puluhan kali lebih cantik dr gambar itu, andai kamu tahu..



Minggu, 18 April 2021 0 komentar

Dunia imaji

 Hai, selamat datang di dunia imaji..

Satu-satunya tempat dimana aku bisa memilikimu semauku.. tempat dimana kamu akan selalu hidup, tak tersentuh, tak terusik, dan hanya disitulah kamu bisa menerimaku.

Sesekali aku datang menengokmu, sekedar mengulas senyum dan membingkai mata indahmu, bersandar aku menyeka lelahku..

Di ruang temaram itu kau memelukku erat dan aku tertidur pulas seperti bayi di dadamu.. seraya menerka-nerka "apakah seperti ini rasanya pulang ke rumah? Nyaman."

Kamu mengecup keningku dua kali. Merapalkan hal-hal indah tentang kita dan mengelus surai hitam di kepalaku.

Kamu masih disitu. Di dunia imajiku. Dan akan terus disitu entah sampai kapan.

Mulai dari rambutku yang hanya cukup menyentuh telinga, sampai sudah sepanjang ini, dan terus sampai kelabu, tidak ada yg bisa mengusikmu.

Aku masih punya banyak ruang. Ku harap sang entah mau menyisakan sedikit ruang untukmu. 

Salahmu. Salahmu telah menancapkan tiang pancang terlalu dalam, atau aku saja yang terlalu gembur menjadi tanah...

Hey... kuberi tahu satu hal.

Kamu tidak perlu tahu rasanya jadi aku..

Kamu hanya perlu tahu seberapa tulusnya aku untuk melihatmu tersenyum.

Maka, selagi aku bisa, akan ku buat kamu slalu tersenyum disana.. di dunia imajiku.



          



Sabtu, 20 Maret 2021 0 komentar

Si kunang-kunang

 Tak akan kau temukan aku pada siapapun
Tidak pada rambut panjangnya
Tidak pada tubuh ramping semampai
Tidak pada senyum manis bergingsul
Dan tidak pada para gadis di lusinan ruangmu, tidak.

Aku sudah mati, bila kau rasa begitu.
Aku padam dan hilang cahayanya seperti kunang-kunang diantara lampu taman.
Aku kalah terang.
Terabaikan, dan pulang.

Tak mengapa, aku tak resah.
Kuletakkan cahayaku diujung langit yg akan menjelma menjadi selimutmu ketika gundah.
Akulah si kunang-kunang.
Teman tidurmu sampai kau kuat menyambut fajar.
Beribu pelarian tak pernah kau temukan.





                             Cr : pinterest

Rabu, 17 Maret 2021 0 komentar

Degup ketiga

 Tiada yang benar-benar sampai pada degup ke tiga
Segala yang kuragukan telah kupintakan pada-Nya
Mungkin belum, masa masih enggan bersuara
Sampai ia tiba aku akan terus berkelana.

Kuberi tahu kau suatu hal,
Degup pertama mungkin pertanda, 
Bahwa ada suatu garis yang saling terikat.
Banyak yang tersesat pada degup kedua,
Lingkaran setan, kita terjebak didalamnya.
Maka bangunlah.. saat ayah ibumu terlelap
Dan bulan masih setia pada peraduannya.
Degup ketiga hanya disimpan oleh-Nya
Sang Pecinta sesungguhnya.
Kembalillah ke pelukanNya, kau akan selalu aman bersamaNya.









Kamis, 11 Februari 2021 0 komentar

Hai, selamat datang di rumah!

 Ku kira kamu rumah

Ternyata bukan..

Ternyata kamu jalan pulang

Ya jalan pulang menuju rumah

Yang tak lain adalah diriku sendiri.


Tentu saja jalannya tak selalu mulus

Ada jalanan lurus yang panjang, bebatuan tajam dan lubang, menanjak juga berkelok.

Aku selalu suka berada di perjalanan

Melebihi suka ku sampai di tujuan, kadang

Tapi perjalanan selalu memiliki usai.


Dalam perjalanan itu aku pernah melihat kebun bunga di sebelah kanannya, bunga matahari katamu, menurutku bukan, itu bunga liar, tapi sama indahnya, yang penting kau suka kan..

Dalam perjalanan kakiku pernah kepayahan karna kerikil tajam, menusuk dan membekas, tapi aku masih kuat untuk meneruskan..

Dalam perjalanan aku pernah diterjang badai, petir menyambar-nyambar, menumbangkan  pohon pinus yang akhirnya menutupi jalan.. tapi aku terus berjalan sambil terus menggumam "jikalau aku harus mati dalam perjalanan ini, aku tidak mau mati sebagai pengecut". 

Satu hal yang kusuka dari badai adalah ia menyapu bersih langit dari polusi ibukota, menampilkan tanah impianku yang anggun jauh disana dengan hamparan perbukitannya, aku berterima kasih pada badai setelahnya.

Aku juga berterima kasih pada kau, jalan.

Juga pada angin yang setia menuntunku hingga akhirnya menemukan aku, rumahku.

Seberapapun menyakitkannya perjalanan ini, aku tetap menyukainya lebih dari apapun siapapun di dunia ini yang tau.

Terimakasih untuk semuanya, aku telah pulang ke rumah.





                  


Kamis, 21 Januari 2021 0 komentar

Berhenti bertanya, sudah malam!

Banyak hal yang tak kumengerti di dunia ini.
Mengapa rindu tak pulang pada pemiliknya?
Mengapa kesepian begitu menguasaimu?
Mengapa lantai kamarmu begitu dingin?
Mengapa kamu, makhluk yang hina nyatanya adalah kesayangan sang Khalik.

Kukira aku sudah hapal betul urutan ceritanya.. bahwa beberapa hari setelahnya aku akan menertawai kebodohanku, belajar membencimu kukira mudah, karna tentu ada segudang alasan yang bisa kugunakan dan bahwa aku sudah khatam.

Kita begitu sama namun juga berbeda.

Ternyata aku masih berputar-putar pada pusaran rindu yang tak bertuan. Ternyata aku hanya terus berlari menghindar, bersembunyi dari kamu, ternyata aku punya berbukit-bukit alasan untuk tidak membenci apapun darimu.

Bahwa ternyata semakin aku berpaling semakin aku menemukanmu.

Aku menemukanmu pada ruang tamu rumahku. Aku menemukanmu pada matahari yang tenggelam diantara ilalang belakang rumahku. Aku menemukanmu pada kurir yang mengantarkan paket dengan jaketnya yang lusuh. Aku menemukanmu pada gunung tak bernama yang wajahnya tertutup kabut. Aku menemukanmu pada tanjakan curam yang membakar kampas rem motorku.
Dan aku menemukanmu pada diriku.
 
Sementara tuan pujangga berkata padaku, bahwa aku seperti itu karna aku tulus.

Hah! Persetan dengan tulus.

Persetan dengan apapun itu bila nyatanya kamu masih tak bisa melihatku.
Tak melihat apa yang tuan pujangga katakan.

Hei, atau justru kau melihatnya dan memanfaatkannya untuk memberi makan egomu?

Egomu yang liar dan binal. Egomu yang tak pernah terpuaskan oleh apapun di dunia ini.
Mengapa begitu susah menghangatkan lantai kamarmu yang dingin?

Entah sampai kapan, apa kamu tidak lelah? 
Apa yang sebenarnya kamu cari?

Kuserahkan pada waktu. Meski sepertinya ia tak ada niatan untuk menjawab angan-angan bisu.
Selasa, 29 Desember 2020 0 komentar

Sampai nanti..

Suatu hari nanti
Bila takdir memberi izin
Kita akan bertemu lagi
Maka jangan katakan apa apa tentang kemarin
Kau tau, aku tak peduli

Mataku laksana cermin
Bening air teduhnya hati
Maka rindulah yang akan kau jumpai
Dahaga dan kegilaanku akan dirimu yang kau dapati

Akulah samudra
Aku jatuh bersama hujan
Aku angin yang membelai pipimu mesra
Aku juga api yang membakar singgasana

Kelak akan ada perjumpaan
Keringnya padang ini meminta hujan
Kau adalah korban dari kefanaan
Padaku nada-nada itu menjadi alunan


                     

Selasa, 08 Desember 2020 0 komentar

Sebenarnya..

 It's been a long time since we talked

It's been a long time since I heard your voice

Rasanya baru kemarin kita menyusuri kota berdua, menebak nebak kemana angin akan membawa kita..


Rasaku masih sama. Tidak berkurang sama sekali. 

Hanya saja kini aku berhenti untuk memberitahukannya kepadamu.

Iya, aku harus berhenti, agar aku tdk terlihat mudah dihadapanmu. Agar kamu tidak terus menerus memperlakukanku seenaknya.


Hey, aku tidak bilang bahwa perbuatanmu itu benar. Apa yang kamu lakukan sangat tidak dewasa dan menyakitiku. 

Aku tidak tahu apa alasanmu berbuat seperti itu, apa salahku padamu, dan mengapa kau tidak meminta maaf kepadaku.

Ada banyaaaak sekali hal yg ingin kuceritakan padamu, pun banyak juga yg ingin kutanyakan tentangmu saat ini.

Jam berapa kamu pulang, apakah kamu sehat, bagaimana tempat kerjamu, berapa banyak puntung rokok yg kau habiskan dalam sehari sekarang ?

Andai kamu tahu.


Tidak tidak.. aku berhenti bicara bukan karena membencimu. Karna sejujurnya aku tak pernah bisa benci padamu.

Aku berhenti bicara karna aku berusaha mencintai diriku. Melindungi perasaanku dan perasaanmu dari keegoisan, amarah, dan prasangka.


Aku tak tahu apa yg sedang kamu lakukan sekarang, aku hanya bisa berdoa dan terus berdoa untuk kebaikanmu. Aku cuma bisa bercerita disini. Semoga Tuhan berbaik hati menitipkan rinduku pada angin yang menerpa halus pipimu.





Kamis, 03 Desember 2020 0 komentar

Roller coaster

 Aku adalah taman bermain di tengah kota.

Ada rumah hantu, sepeda air, aku punya carrousel, dan kincir angin juga ada.


Kamu datang membawa roller coaster.

Awalnya aku tidak suka.

Tapi kamu terus memegangi tanganku, dan kita berteriak bersama.

Wahana itu baru dan menakutkan bagiku.

Aku tertawa ketika diatas, lalu kau bawa terjun dari langit. Aku kesal, dan aku menangis. Tapi kamu tetap setia memegangi tanganku. 

Kini sudah sekian putaran, kita lalui. 

Aku masih tetap takut, tapi aku tau kamu akan terus memegang tanganku.

Meski bukan favoritku, aku akan tetap menaikinya, asal itu bersamamu.



              

  
Cr: pinterest

0 komentar

Rindu

Hei...
Mungkin kamu tidak akan pernah tau tulisan ini, sesuatu yg mewakili perasaanku sebenarnya..
Mungkin kamu tidak akan menilik kesini, jangankan menanyakan kabar, bahkan telfonku tak pernah kau angkat..


Hei..
Aku rindu. Aku rindu kamu yang dulu.
Aku rindu kamu yang mencintai aku.
Aku rindu bercanda denganmu.
Tingkah konyolmu, suaramu, ceritamu. Apapun tentangmu.

Aku rindu melihat wajah kantukmu yang dengan setia tetap mendengarkan aku, membahas dunia, membahas angan-angan kita, atau sekedar menceritakan tentang hari itu.

Hei..
Aku tak tau apakah kamu akan kembali kepadaku.
Aku bahkan tak tau apa yang telah membuatmu jauh dariku..
Apakah itu egomu, kesibukan barumu atau itu aku..
Aku tak pernah berhenti menceritakan tentangmu padaNya. Kuyakin Dia sang Maha Pendengar. 
Aku memintakan kebaikanmu. 
Dan biarkan aku begini untuk sementara waktu.

Hei.. 
Meskipun aku tak tau apa kau juga merindukanku..
Kau tau aku akan slalu merindukanmu
Tapi aku tidak akan memgemis lagi padamu
Kubiarkan kau bahagia dengan caramu
Kuharap suatu saat kau sadar bahwa yang tulus mencintaimu adalah aku.



              


Minggu, 20 September 2020 0 komentar

Lara

Ada ribuan kata yg belum terucap
Tidak sempat mengudara...
Mataku yg lebih sering berbicara
Tapi kamu tak disini untuk menyelaminya

Sayang..
Jika bukan aku yg kau cari maka pergilah
Jika bukan aku yg kau harap maka larilah
Akan kubangun lagi dinding yg dulu kau runtuhkan
Akan ku pasang lagi sekat yg sempat engkau hilangkan

Mungkin mimpimu bukan aku
Citamu tidak diriku
Kalau aku hanya bisa menyiksamu
Biarkan kisah kita berlalu
Kamis, 17 September 2020 0 komentar

Have you ever feel like this ?

 "Have you ever wake up and feel like you are just a piece of shit ??


Well.. that's how i felt this morning, or maybe any other mornings.


Kamu bangun di pagi hari, kamu baru saja tidur tapi kamu tetap merasa lelah..

Ingin sekali rasanya kamu hanya berdiam disitu, dibalik selimut, dikamar tanpa pencahayaan, dan tidak melakukan apapun seharian.. physically & mentally..

Ya, selain tidak ingin melakukan apapun kamu juga tidak ingin memikirkan apapun..

Mungkin yang lain akan berpikir bahwa kamu hanya sedang bermalas malasan saja. But no, this is a big deal for you.

It is like a cage (?), i don't know.

Biar kukatakan ini seperti sebuah manifestasi.

Semua memori dari masa kecilmu sampai hingga saat ini yang menyisakan sebuah lubang dan itu terasa sesak. 

Seseorang berkata bahwa itu diibaratkan sebuah tangan yang akan menarik kamu jatuh ke dasar jurang, cara keluarnya adalah dengan mengingat hal hal yang membahagiakanmu, hal hal yang kamu sukai.

Tapi hari ini, sekeras apapun aku berusaha membayangkan hal yang kusukai, yang muncul hanyalah sebuah bayangan yang samar.

Kenapa seperti itu ?

Entah.

Kalau ku tahu jawabannya mungkin saat ini aku tidak berada disini.


Mungkin orang lain akan melihat bahwa kau adalah seseorang yang sempurna, bahwa seharusnya kau pandai bersyukur.

Bukannya kau tak pernah bersyukur.

Hanya saja mereka tak pernah benar benar tahu rasanya menjadi dirimu.

Rabu, 16 September 2020 0 komentar

Where's the pause button ?

Semua orang pernah merasa sedang tidak baik-baik saja, termasuk saya.. saat ini.
Perasaan itu muncul kapanpun, tak terduga, siap tak siap, dimanapun, apapun penyebabnya...

Ketika perasaan itu muncul, hal yang sangat saya inginkan mungkin bukanlah sebuah pertanyaan dari seseorang, bukan kalimat kalimat dukungan yang terkadang terasa tidak selaras dengan apa yang saya rasakan, bukan juga saran atau petuah yang saya sendiri sebenarnya sudah tahu harus apa, ya mungkin saya butuh hal hal itu, tapi yang paling saya butuhkan adalah waktu.

Iya, waktu.

Waktu untuk meraba diri sendiri.

Ingin sekali rasanya saya punya remote ajaib, yang bisa menjeda waktu sampai semua terasa baik baik saja.
Ingin sekali saya menarik diri, berhenti, beristirahat dan tidak memikirkan apapun, tidak merasa bersalah atas apapun, dan tidak peduli meskipun hanya untuk sehari saja.

Ingin saya berteriak pada seluruh dunia 
"Heyy, saya sedang tidak baik baik saja, dan saya juga tidak menginginkan ini. Ijinkan saya menghilang untuk sebentar saja. Tolong maklumi saya. Saya ingin sembuh dari perasaan ini"
Tapi dunia yang saya tinggali saat ini memiliki standar dan 'SOP'nya sendiri, saya tidak akan banyak berharap.

Ya, saat ini saya sedang tidak baik baik saja.
Dan saya tetap tidak akan peduli dan tidak ingin memikirkan apapun hari ini.
Saya hanya ingin berdua dengan kucing saya hari ini. 
Entah apa kata dunia besok, biarlah saya dicecar pertanyaaan, tapi besok, jangan sekarang. 

Sekarang saya hanya ingin jeda.
Hal mewah yang hanya bisa diberikan oleh diri sendiri.

 
Selasa, 15 September 2020 0 komentar

-DAY 1- "Describe My Personality"

 Kepribadian (personality) menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Tentang bagaimana setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda beda menurut saya itu adalah hal yang luar biasa. Bayangkan saja, ada berapa banyak manusia di dunia ini, dan tidak ada satupun yang sifatnya sama persis. Menarik. 

Ya, menurut saya itu menarik. Mempelajari pola pikir seseorang, bagaimana cara mereka mengambil keputusan dan menyikapi masalah, apa yang membuat mereka tertawa, takut, atau sedih, seperti sedang mempelajari isi alam semesta itu sendiri, haha..

Bagaimana dengan kepribadian saya sendiri ??

Baiklah.. jika saya, orang yang seharusnya paling tahu tentang diri sendiri ini diminta mendeskripsikan kepribadiannya, maka saya akan mengatakan bahwa saya adalah orang yang pendiam dan cerewet sekaligus, pesimistis dan optimis bersamaan, seorang observer dan belakangan ini juga seorang realis.



Untuk orang yang belum terlalu dekat dengan saya selalu mengira  bahwa saya orang yang sangat pendiam, kalem, dan tidak asik. Yah itu wajar sih, karena saya cenderung membutuhkan waktu untuk dapat beradaptasi dengan seseorang. Padahal sebenernya saya tuh orang yang sangaaaat cerewet, humoris, dan spontan. 

Saya tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang saya rasakan. Jadi ketika saya tidak menyukai seseorang ya sangat sulit buat saya untuk tidak memperlihatkannya. Begitupun ketika saya menyukai seseorang, saya akan secara terang-terangan mengatakannya.


 
;