Sabtu, 09 Juni 2012 0 komentar

[Ilmu Pengetahuan] Macam macam Phobia

akhir akhir ini saya tertarik sama beberapa phobia (rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu) yang unik, jarang diketahui oarang lain dan agak aneh..

saya juga ingin berbagi beberapa jenis phobia yang saya temukan.. silahkan dibaca :)






Ablutophobia - takut untuk mencuci atau mandi
Acerophobia - takut akan rasa asam
Achluophobia - takut akan kegelapan
Acousticophobia - takut akan kebisingan
Acrophobia - takut akan ketinggian
Aeroacrophobia - takut akan ruang terbuka di ketinggian
Agliophobia - takut akan rasa sakit
Agyrophobia - takut akan jalan atau menyeberang
Aichmophobia - takut akan jarum atau benda runcing

Alektorophobia - takut akan ayam
Allodoxaphobia - takut akan pendapat
Altophobia - takut akan ketinggian
Amathophobia - takut akan debu
Ambulophobia - takut untuk berjalan
Amychophobia - takut digaruk atau menggaruk
Ancraophobia - takut akan angin (Anemophobia)
Androphobia - takut pria
Angrophobia - takut marah
Anthropophobia - takut orang atau masyarakat

Antlophobia - takut banjir
Aphenphosmphobia - takut disentuh (Haphephobia)
Apiphobia - takut lebah
Arachibutyrophobia - takut selai kacang nempel di langit-langit mulut
Arachnephobia or Arachnophobia - takut laba-laba
Arithmophobia - takut angka
Arsonphobia - takut api
Asthenophobia - takut pingsan
Astrophobia - takut bintang atau ruang angkasa
Asymmetriphobia - takut benda asimetris
Athazagoraphobia - takut lupa, dilupakan
Atychiphobia - takut akan kegagalan
Aurophobia - takut emas

Automysophobia - takut kotor
Aviophobia or Aviatophobia - takut terbang
Ballistophobia - takut misil/peluru
Barophobia - takut akan gravitasi
Bathmophobia - takut akan tangga atau bidang miring
Bathophobia - takut akan kedalaman
Bibliophobia - takut akan buku
Bufonophobia - takut katak
Caligynephobia - takut wanita cantik
Carnophobia - takut daging
Cathisophobia - takut duduk
Catoptrophobia - takut cermin
Chaetophobia - takut akan rambut
Chionophobia - takut akan salju

Chiraptophobia - takut disentuh
Chirophobia - takut akan tangan
Chorophobia - takut menari
Chrometophobia or Chrematophobia - takut uang
Chromophobia or Chromatophobia - takut akan warna
Chronophobia - takut akan waktu
Cibophobia - takut akan makanan
Cleithrophobia or Cleisiophobia - takut terkunci di ruang tertutup
Cleptophobia - takut kemalingan
Clinophobia - takut tidur
Coimetrophobia - takut akan kuburan
Coitophobia - takut akan coitus






Coprastasophobia - takut akan sembelit
Coprophobia - takut akan feces
Coulrophobia - takut pada badut
Cyberphobia - takut akan komputer
Deipnophobia - takut makan malam
Demonophobia or Daemonophobia - takut setan
Dentophobia - takut dokter gigi
Dextrophobia - takut pada benda di sebelah kanannya
Didaskaleinophobia - takut pergi ke sekolah
Dipsophobia - takut minum
Dishabiliophobia - takut melepas baju di depan seseorang
Dystychiphobia - takut kecelakaan
Ecophobia - takut akan rumah

Electrophobia - takut pada listrik
Enochlophobia - takut pada keramaian
Entomophobia - takut pada serangga
Epistaxiophobia - takut pada mimisan
Epistemophobia - takut akan ilmu pengetahuan
Equinophobia - takut pada kuda
Ergophobia - takut pekerjaan
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - takut demam
Felinophobia - takut pada kucing (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Gamophobia - takut pada pernikahan
Geliophobia - takut akan tertawa

Geniophobia - takut pada dagu
Genuphobia - takut pada lutut
Gerascophobia- takut menjadi tua
Glossophobia - takut berbicara di depan umum
Hadephobia - takut pada neraka
Haphephobia or Haptephobia - takut disentuh
Heliophobia - takut pada matahari
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - takut pada darah
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - takut pada kata-kata yang panjang
Hyelophobia or Hyalophobia - takut pada kaca
Hygrophobia - takut pada cairan
Hypsiphobia - takut akan ketinggian
Iatrophobia - takut pada dokter
Ichthyophobia - takut pada ikan

Koinoniphobia - takut pada kamar
Lachanophobia - takut akan sayuran
Laliophobia or Lalophobia - takut berbicara
Leukophobia - takut warna putih
Levophobia - takut pada benda2 di sebelah kiri
Linonophobia - takut pada benang
Lygophobia - takut akan kegelapan
Mageirocophobia - takut memasak
Medomalacuphobia - takut kehilangan ereksi
Medorthophobia - takut pada penis yang sedang ereksi
Melanophobia - takut pada warna hitam
Melophobia - takut atau benci musik
Menophobia - takut akan haid

Motorphobia - takut pada mobil
Musophobia or Muriphobia - takut pada tikus
Necrophobia - takut pada kematian
Nephophobia - takut pada awan
Noctiphobia - takut pada malam
Nosophobia or Nosemaphobia - takut sakit
Nostophobia - takut pulang ke rumah
Numerophobia - takut pada angka
Octophobia - takut angka 8
Ombrophobia - takut pada hujan atau kehujanan
Panophobia or Pantophobia - takut semuanya
Papyrophobia - takut pada kertas
Paraskavedekatriaphobia - takut hari Jumat tanggal 13
Parthenophobia - takut pada perawan

Pediophobia - takut pada boneka
Phalacrophobia - takut menjadi botak
Philemaphobia or Philematophobia - takut berciuman
Pogonophobia - takut pada janggut
Porphyrophobia - takut warna ungu
Pteromerhanophobia - takut terbang
Pyrophobia - takut pada api
Scolionophobia - takut sekolah
Selenophobia - takut pada bulan
Somniphobia - takut tidur
Tachophobia - takut pada kecepatan

Telephonophobia - takut pada telepon
Thaasophobia - takut duduk
Tremophobia - takut gemetar
Trichopathophobia or Trichophobia - takut pada rambut (Chaetophobia, Hypertrichophobia)
Triskaidekaphobia - takut pada angka 13
Urophobia - takut akan air seni
Vaccinophobia - takut akan vaksinasi
Venustraphobia - takut akan wanita cantik
Verbophobia - takut akan kata-kata
Vestiphobia - takut akan pakaian
Virginitiphobia - takut akan perkosaan
Wiccaphobia - takut akan sihir
Xanthophobia - takut akan warna atau kata kuning
Xenophobia - takut akan orang asing
Xerophobia - takut akan kekeringan
Xylophobia - takut akan benda dari kayu
Xyrophobia - takut akan pisau cukur
Zelophobia - takut cemburu
Zeusophobia - takut akan Tuhan


cr : http://ena-ayobelajarbersama.blogspot.com/2012/01/macam-macam-phobia-dan-artinya.html
0 komentar

[artikel] "Masih perlukah UNAS di Indonesia ?"

Sebuah negara tentunya tidak terlepas dari dunia pendididkan. Semakin tinggi kualitas suatu negara, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat memajukan dan mengharumkan negaranya. Berbagai cara mendidik generasi muda telah ditempuh untuk mendapatkan benih-benih terbaik di masing-masing negara di dunia.  Di Indonesia, UNAS (Ujian Nasional), menjadi momok tersendiri bagi kaum pelajar di Indonesia. Bisa dibilang ini adalah patokan dari hasil jeri payah para pelajar bertahun-tahun mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Namun, apakah UNAS benar-benar efektif untuk menempa kaum pelajar untuk menjadi yang terbaik itu masih diragukan.

UNAS dapat membuat siswa stres, gila, bahkan bunuh diri. Tapi menurut Pemerintah, UNAS adalah jembatan untuk mengukur kualitas hasil pendidikan di negri ini. Maka dari itu pemerintah tetap keukeuh melaksanakan UNAS meski sudah mendapat protes sana sini. Persoalannya adalah, apakah benar hasil UNAS yang tertulis pada secarik kertas tersebut dapat menjamin kualitas seorang siswa maupun sebagai jaminan kualitas pendidikan di negri ini ? Menurut saya tidak. UNAS masih diragukan kemurniannya. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor berikut :


  1. Banyak kasus guru-guru yang tertangkap basah mengerjakan soal UNAS setiap tahun.
  2. Adanya bantuan terang-terangan dari pihak sekolah. Menurut  apa yang saya lihat disekitar saya, pihak sekolah seperti membuat "Tim Sukses unas" dan menjanjikan pada siswa untuk membagikan kunci jawaban pada hari H. Hal ini tentu saja sangat melenceng dari aturan dan norma. Tugas guru adalah mendidik muridnya untuk siap menghadapi ujian, bukan malah mengajarkan berbuat curang,
  3. Gagalnya siswa pada Tes Perguruan Tinggi Negri. Hal ini adalah akibat apabila siswa cenderung mengandalkan kunci jawaban saat UNAS. Siswa yang menggunakan kunci jawaban /  berbuat curang biasanya akan gagal pada saat Tes Perguruan Tinggi Negri.
Beberapa hal tersebut terjadi dikarenakan standar yang diberikan oleh pemerintah terlampau tinggi. Apalagi pemberlakuannya tidak dipilah-pilah. Yakni secara Nasional. Padahal seharusnya pemerintah sadar diri bahwa kualitas pendidikan di tiap daerah berbeda. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan dan fasilitas yang tidak sama rata di tiap daerah, misalnya, masih banyak sekolah yang kekurangan guru, fasilitas buku pelajaran yang tidak memadai, dan akses menuju sekolah yang sangat sulit dicapai di daerah-daerah pelosok. Kondisi riil seperti ini tidak akan memenuhi target UNAS.

Maka jelas ketidakadilan pemerintah disini. Menurut saya UNAS tidaklah perlu di Indonesia. Kalaupun memang diadakan, tidaklah menjadi syarat utama kelulusan, hanya salah satu syarat saja. Menurut saya, biar bagaimanapun proses itu yang terpenting. Apabila pemerintah ingin mematok standar yang tinggi, maka pemerintah juga harus bertanggung jawab agar standar itu dapat dipenuhi.
Kamis, 15 Maret 2012 0 komentar

Apa itu "CELEBRITY WORSHIP SYNDROME" ???

Saya ingin membahas dan berbagi pengetahuan sedikit tentang salah satu "penyakit" psikologi yang disebut "Celebrity Worship Syndrome" ... Celebrity Worship Syndrome (CWS) adalah suatu perbuatan dimana seorang individu sangat menggilai sebuah band / boyband / girlband maupun seorang selebriti (pria / wanita) entah itu dikarenakan sang artis sangat tampan / cantik, sangat kaya atau karena penyebab lain. Penyakit / gejala seperti ini dapat menjalari siapa saja tanpa batasan gender atau usia.

Saya menemukan bahasan tentang CWS ini saat saya sedang surfing web. Begitu saya melihat artikel tentang CWS yang terlintas di benak saya pertama kali adalah fans-fans boyband / girlband / solois dari korea (maklum karena saya juga penggemar salah satu boyband korea). Seringkali saya tahu bahwa banyak sekali fans yang bertindak brutal / anarkis. Tak jarang mereka melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun sang idola.





 
Sebenarnya memiliki idola bukanlah hal yang aneh, terutama bagi para remaja. Apalagi jika sang idola memenuhi kriteria pria / wanita idaman kita. Hampir 100% remaja diseluruh dunia pasti memiliki idola. Tak jarang kita melakukan apapun untuk membuat kita merasa dekat dengan idola kita. Contohnya seperti mengikuti gaya mereka, membeli semua barang yang berhubungan dengan mereka, maupun mencoba mengikuti jejak mereka di bidang entertaiment. Nah, semua ini  dianggap wajar apabila masih bernilai positif.

Apa jadinya bila rasa kagum itu berubah menjadi obsesi yang besar dan mengganggu kehidupan sosial atau bahkan sampai mengganggu kehidupan sang idola ??

Menurut psikolog Lynn McCutcheon, Rense Lange, dan James Houran, asal Amerika dan Inggris. Mengatakan tingkah laku fans seperti itu mulai menimbulkan masalah. Dan mereka menyimpulkan bahwa sikap tersebut terdiri satu dimensi di mana skala yang lebih rendah ada pada skala yang melibatkan perilaku individualistis seperti menonton, mendengarkan, membaca dan belajar tentang si selebriti. Sedangkan tingkat yang lebih tinggi ditandai dengan empati, lebih-identifikasi, dan obsesi selebriti.

Namun, kemudian peneliti di Inggris John Maltby (Universitas Leicester) menyimpulkan ada 3 tahapan Syndrome CWS. Yaitu :

a. Entertainment-social, yaitu saat kita merasa bahwa kita merasa penting atau senang membicarakan si artis dengan orang banyak, bahkan merasa penting membicarakannya di depan orang-orang. Juga senang membiacarakan si artis dengan orang yang juga ngefans dengan si artis.


b. Intense-personal, yaitu saat kita merasa memiliki ikatan khusus dengan si artis bahkan ikut merasakan apa yang terjadi dengan si artis.


c. Borderline-pathological, yaitu saat kita mulai berfantasi dan berkhayal memiliki kedekatan khusus dengan si artis. Dan memiliki keyakinan sang artis akan menolong saat kita butuh bantuan.



Jika kadar rasa suka sudah sampai mengkhayal atau berfantasi tentang sang idola, maka ada baiknya mulai berkonsultasi dengan Psikolog ._. *dihajar readers*

nb : sebenernya juga saya merasa "tersindir" dengan artikel yang saya buat ini.. karna saya sendiri juga fanatik pada salah satu boyband korea T//////T *kabur ke psikolog*
Kamis, 08 Maret 2012 1 komentar

{CERPEN} "Let Me Tell You What Happines is it.."



Radit menyesap kembali black coffe miliknya sembari memandang heran pada gadis yang sekarang duduk manis dihadapannya dengan tatapan yang sama herannya dengan dirinya. Tak menyangka akan bertemu dengannya di café seperti ini. Vionina, atau yang biasa disapa Nina, adalah rival sekaligus musuh bebuyutannya di masa SMA. Mereka sering bertengkar hanya karena masalah sepele, bersikutan di kantin sekolah misalnya. Dia satu-satunya makhluk di atas bumi yang paling Radit benci-dulu. Dulu sekali, masa-masa labil itu. Radit jadi malu sendiri mengingatnya sekarang.

"Kau banyak berubah," sebentuk senyum muncul di wajah manisnya saat memperhatikan Radit dari kaki hingga kepala.

“kau juga…  hm,  apa sampai sekarang kau tetap bersikukuh  menjadi atlet tennis, nona manja ?”

“cih, jangan memanggilku seperti itu lagi ! aku sudah 24 tahun ! tentu saja aku adalah seorang atlet tennis nasional sekarang ! apa kau tidak pernah membaca koran olahraga? Kau ini kampungan sekali. Sudah puluhan medali kuraih dan harusnya akhir bulan depan aku menguti turnamen asia…” 
Nina berusaha menjawab dengan bersemangat namun entah mengapa suaranya terdengar melemah di akhir kalimat. Manik mata foxy-nya menyiratkan setitik lara.

“eh, seharusnya? Kenapa pakai kata seharusnya? Kalau ikut ya ikut saja. Plin plan sekali !” Radit mengalihkan wajahnya setelah membalas ucapan Nina dengan sengit tanpa memperhatikan perubahan ekspresi wajah gadis manis didepannya.

"sudahlah lupakan ! Jadi, apa yang kau lakukan sekarang?" Tanya Nina kemudian.

"Aku bekerja, berkutat dengan saham perusahaan selama hampir dua tahun. Dan selama itu pula aku tidak pernah mengambil cuti" Radit menjawab dengan ekspresi datarnya.

"Sesuatu pasti mengubahmu.."  kata Nina perlahan.
 Matanya menatap pada cincin yang bersarang manis di jemari Radit,
 "atau seseorang…" lanjut Nina.

 Radit yang memperhatikan itu segera memasukkan tangan ke saku mantelnya. Ia menunduk. Ekspresinya berubah sedih.

“Maaf, aku harus segera pulang. Pekerjaanku menumpuk di rumah…”
"Maaf kalau aku-"
"Tidak perlu," Radit memotong ucapan Nina.

Radit  berjalan tergesa-gesa meninggalkan Nina yang mematung kebingungan tanpa sempat mengatakan apapun.

 "Senang bertemu denganmu kembali, Raditya…" bisiknya pelan yang tak mungkin terdengar oleh Radit.






Radit mendesah jengah saat ada yang menekan bel rumahnya secara brutal. Malas sekali rasanya membukakan pintu untuk orang yang berani mengganggu ketenangannya di hari  minggu ini. Rasa penasarannya terjawab saat ia dengan gontai membukakan pintu rumahnya. Sosok gadis dengan senyum innocent berdiri di depan pintu rumahnya, ya, gadis yang sama saat di café kemarin.

“k kau? Darimana kau tau alamat rumahku?”

“haiii~ sebenarnya kemarin aku mengikutimu secara diam diam. Yaaah meskipun aku sempat kehilangan jejakmu, tapi untung saja ibu-ibu yang tinggal disebelah rumahmu itu memberi petunjuk padaku”  cengiran polos terlukis di wajah imutnya.

Sedangkan radit hanya diam dengan tatapan yang seolah berkata ‘dasar-bodoh-mengganggu-saja’

“b boleh aku masuk?”
 Radit pun menggeser badannya, memberi ruang agar ‘mantan rivalnya’ itu bisa masuk.

"Jadi, apa yang kau punya disini, hm?" Tanya Nina. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan di rumah Radit.

 Rumah Radit bersih. Bersih dalam artian tidak ada benda-benda berharga atau barang ‘basa basi’ yang menghiasi rumahnya. 'Tidak ada yang menarik', simpul Nina sadis di dalam hati.

"Well… Berjuta-juta kesenangan, seperti yang kau lihat," sahut Radit sarkastik. Ia melirik tumpukan map di atas meja yang belum ia selesaikan.

“kau mau minum apa? “
“terserah, apa saja yang kau punya”
“ah aku hanya punya air putih” ucapan Radit barusan sontak membuat Nina ber ’gubrak’ ria.  Ditatapnya pemuda jangkung itu denga pandangan ‘sweatdrop’  - -“  

‘kalau Cuma punya air putih kenapa pake acara tawar tawar segala tadi’ rutuknya dalam hati.

Sepeninggal Radit ke dapur, ia mengitari sudut rumah Radit sembari memikirkan apa yang tetangga Radit katakan kemarin. Wanita paruh baya tetangga Radit itu mengatakan bahwa sudah beberapa tahun terakhir pemuda itu mengalami depresi akibat ditinggal oleh kekasihnya. Nina tidak   dapat menduga siapa kekasih radit yang dimaksud, karena semasa SMA dulu Radit memang terkenal playboy. Namun siapapun itu, yang jelas Radit pasti sangat mencintainya, sehingga luka karena ditinggal kekasihnya itu pasti sangatlah pedih.

Tak sengaja Nina menemukan sebuah foto yang dibingkai oleh pigura yang kacanya sedikit retak. Dibantingkah? Ia tak tahu. Yang jelas dalam foto itu terlihat Radit bersama seorang gadis yang dirangkulnya. ‘cantik…’ gumam Nina.

“apa yang kau lakukan ? jangan sentuh apapun !!” suara bass Radit mampu membuat Nina terlonjak.
“eh, ma maaf..” mereka berjalan kikuk kearah sofa dan duduk berhadapan.
“sebenarnya apa yang kau inginkan, hm?” saat ini mood Radit telah hancur sempurna. Terlihat dari nada bicaranya.

“kau benar benar depresi ya?” sungguh gadis yang berani.
“aku tahu ini terlambat.. tapi.. aku turut berduka cita” Nina menatap Radit dengan 
sungguh-sungguh. 
Sedetik kemudian Radit tau apa maksud dan kemana arah pembicaraan Nina. Ia hanya bisa menundukkan wajahnya. Selalu saja begini, selalu sakit saat ada yang menyinggung masalah Cindy, kekasihnya yang telah pergi  5 tahun lalu.

“maaf jika aku lancang. Tapi kau tidak boleh terus seperti ini. Ini demi kebaikanmu juga kebaikannya..”  Nina menggigit bibir bawahnya 

“kau tahu, dia tak akan suka melihatmu begini —“

“kau tak tau apa-apa tentangnya !” sahut Radit dingin. 
Ia berdiri. Kemarahan yang ditimbulkan karena ketidakberdayaannya timbul ke permukaan. Nina hanya orang lain… Ia tidak tahu apa-apa…

 Ia tidak tahu apa-apa tentang Cindy, bagaimana ia pergi, bagaimana Radit menjalani hidup selama ini. Hati Radit sakit mengingatnya.

"KAU SAMA SEKALI TIDAK MENGENALNYA!"

“pulanglah… lebih baik kau pulang” suara Radit melunak. Namun ekspresi  murka masih tersirat di wajah tampannya.

Nina yang awalnya hanya mendelik terkejut kearah Radit ikut bangkit. Ia menatap tajam pada pria dihadapannya, perasaan tidak terima berkecamuk dihatinya. Tidak terima? Ya, tentu saja.
“sebelum aku pergi, kau harus tau suatu hal” Nina menghela napas berat sebelum memulai ceritanya.

“apa kau masih ingat semua ejekan, hinaan, dan cacian yang pernah kau tujukan padaku dulu? Biar kuberi tau padamu tuan Raditya. Asal kau tahu, kau telah menjadi motivatorku sejak dulu! Konyol bukan? Tapi itulah kenyataanya. aku telah bekerja keras untuk meraih impianku menjadi atlet tennis. Aku tak mau kalah darimu. Aku tak mau sedikit pun menunjukkan bahwa diriku adalah gadis manja seperti apa yang kau katakan. Aku tak mau menjadi gadis lemah !! dan secara tidak langsung kau telah menjadi motivatorku, membuatku tidak pernah putus asa untuk meraih mimpiku !!” Nina yeng sedikit terengah-engah mencoba kembali mengambil napas panjang untuk meneruskan perkataannya.

“dan coba lihat dirimu sekarang. Orang yang selama ini kujadikan motivator, orang yang caciannya slalu kuingat saat aku terpuruk agar aku bangkit lagi, justru terlihat sangat lemah saat ini. Aku tak akan membiarkanmu terus larut dalam duka seperti ini. Kau harus bangkit !! sadar radit.. kumohon sadarlah…” Nina mengguncang pundak Radit keras. Isakan mulai terdengar darinya.

“hentikaaan !! kau bahkan tidak mengerti apa yang aku rasakan “ Radit menepis tangan Nina di pundaknya. 

“tidak mengerti katamu? Baik…. Akan kutunjukkan..” Nina menyingkkap lengan bajunya. Entah disengaja atau tidak, hari ini ia memang menggunakan baju  lengan panjang.

“kau lihat ini .. kau lihat luka bakar ini? Menjijikkan bukan? Ini belum seberapa dari yang ada di punggungku  Radit .. luka ini hampir memenuhi seluruh tubuhku..” bukan hanya isakan kini gadis itu benar benar menangis… dengan pilu..

“k k kau? Apa yang telah terjadi?”  Radit menatap ngeri pada luka bakar di tangan Nina. Meskipun tidak memenuhi seluruh bagian tangannya tapi luka itu terlihat sangat parah.

“luka ini….. kebakaran hebat terjadi dirumahku setahun yang lalu. Tidak hanya harta, bahkan seluruh keluargaku lenyap.. nyawaku juga hampir lenyap saat itu. Tapi ternyata akulah satu satunya orang yang berhasil selamat dari kebakaran itu meski dengan resiko cacat seumur hidup. Aku berbohong padamu kemarin, aku bukan seorang atlet tennis lagi semenjak peristiwa itu. Bahkan seluruh medali yang pernah kuraih ikut hangus terbakar dalam kebakaran itu…” Nina menunduk, tatapan matanya kosong, dan hatinya sangat ngilu mengingat kejadian naas setahun lalu.

Radit terpaku. Seolah tidak percaya dengan apa yang telah terjadi, dan perlahan ia pun tersadar. Ia sungguh merasa sebagai seonggok sampah yang tak berguna.

 Nina, yang hanya seorang gadis dapat dengan tegar menerima kenyataan yang terjadi. Kejadian yang dialami Nina baru lewat setahun, sedangkan ia sudah 5 tahun, sudah sangat lama. Kejadian yang menimpa Nina merenggut seluruh anggota keluarganya, semua medalinya, bahkan impiannya yang telah lama ia kejar dengan susah payah. Sedangkan Radit? Ia memang kehilangan kekasih tersayangnya, namun ia masih beruntung karena keluarganya masih lengkap dan siap mendukungnya kapanpun, masa depannya masih cerah, dan dia juga samasekali tidak mengalami cacat. Jadi intinya Radit merasa malu dan bersalah. Nina saja bisa setegar itu, lalu kenapa ia harus berlarut larut dalam kesedihan? ’ Such a fool guy!’ batinnya.

Radit yang tersadar akan kebodohannya selama ini. Ia berusaha menyangga tubuh Nina yang entah sejak kapan sudah menangis dalam duduknya, mencoba merengkuh gadis itu dan berbagi, berharap rengkuhannya bisa membuatnya berhenti menangis.

“aku lemah ya? Aku bodoh..” ucap Radit sembari mengusap rambut Nina.
“berjanjilah…”
“untuk?”
“berjanjilah untuk tidak mengulangi kebodohanmu, tuan keras kepala..”
“haha.. aku berjanji asal kau juga berjanji untuk selalu semangat dan tersenyum, nona jelek..”
“eh? Apa katamu? Ukh.. awas kau..”
-FIN-


Senin, 05 Desember 2011 1 komentar

UNSUR DAN POLA KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat terdiri dari berbagai unsur seperti subyek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat dikatakan sempurna bila memiliki minimal dua unsur, yaitu subyek dan predikat.

* Unsur Kalimat…

1. Subyek (S)
  • Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
  • Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
  • Contoh :
    • Siwon adalah seorang aktor dan penyanyi.
    • Super Junior adalah boyband favoritku.
    • Buku itu dibeli oleh Kibum.
2. Predikat (P)
  • Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
  • Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
  • Contoh :
    • Yesung menyanyi dengan merdu.
    • Hangeng memasak nasi goreng.
    • Leeteuk membaca majalah.
3. Objek (O)
  • Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
  • Biasanya terletak di belakang predikat.
  • Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
  • Ada dua macam objek, yaitu :
    • Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
1. Penderita
Contoh :  Kyuhyun mencoret-coret tembok.
2. Penerima
Contoh :  Eunhyuk memakai baju Heechul.
3. Tempat
Contoh  :  Super Junior datang ke Indonesia.
4. Alat
Contoh : Kangin melempar bola ke Shindong.
5. Hasil
Contoh :  Donghae mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
    • Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
1. Penderita.
Contoh :  Sungmin memberikan Sungjin komputer baru.
2. Hasil.
    Contoh :  Ryeowook membelikan orangtuanya rumah.

4. Keterangan (K)
  • Hubungannya dengan predikat renggang.
  • Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
  • Terdiri dari beberapa jenis :
    • Keterangan Tempat
      • Hangeng akan konser di Singapore.
    • Keterangan Alat
      • Dalam drama itu, Kyuhyun memukul Shindong dengan panci.
    • Keterangan Waktu
      • Shinee akan kembali ke Korea pukul 11 malam.
    • Keterangan Tujuan
      • Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
    • Keterangan Cara
      • Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
    • Keterangan Penyerta
      • Eunhyuk pergi bersama Donghae.
    • Keterangan Similatif
      • Yesung memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
    • Keterangan Sebab
      • Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.
5. Pelengkap (Pel.)
  • Terletak di belakang predikat.
  • Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
  • Contoh :
    • Kibum memberikanku novel bagus.
    • Hangeng menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
    • Mahkota itu bertahtakan mutiara.

*Pola Kalimat…

Berdasarkan pola dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan pola :
1.  S-P
Kibum tidur.
2. S-P-O
Shindong makan gorengan.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
JYJ konser di Tokyo Dome.
5. S-P-O-Pel
Yesung menamai kura-kuranya Ddangkoma.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Hangeng membuatkan semua member nasi goreng.
7. S-P-O-K
Eunhyuk minum susu strawberry setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Semua member sedih ketika Kangin masuk militer.



0 komentar

TATA CARA MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA

Berikut ini merupakan contoh dari bagaimana penulisan daftar pustaka pada penulisan makalah, skripsi atau penelitian dan lain sebagainya.
1. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:
2. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
  • Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
  • Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
3. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama  tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ (  )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok.  Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:
  • Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
  • Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
Perlu diingat juga untuk penulisan daftar pustaka yang banyak harus berurutan penulisannya. Nama dari sumber yang diambil sebagai daftar putaka ditulis berdasarkan urutan Abjad dari nama masing-masing tersebut, dimulai dengan Abjad A-Z itulah urutan penulisan daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan nama-namanya.



SOURCE : http://faisal14.wordpress.com/2009/03/02/cara-menulis-daftar-pustaka/
0 komentar

Contoh wawancara

Kali ini saya melakukan wawancara dengan teman sebangku saya sendiri ^^ mari lihat ...


Reporter :Selamat pagi pemirsa. Kembali alam acara Dreams comes True episode spesial fans mancanegara
Kemarin, Korea baru saja digoncang dengan Super konser ke-4 idol super junior. Super Show  tidak hanya ditonton ELF dari korea saja, banyak ELF mancanegara yang turut memeriahkan konser ini. Untuk melakukan perjalanan jauh dari negaranya ke Korea tentunya bukanlah hal yang mudah. mereka semua pasti memiliki cerita yang sangat menarik. Dan seperti biasa, kami akan memilih salah satu dari mereka untuk datang ke acara ini.
            bagaimanakah perjuangan seorang ELF mancanegara untuk mendukung idolnya sehingga bisa mencapai popularitas tertinggi? Dan apa saja suka dan duka menjadi seorang ELF? Mari kita simak wawancara  langsung bersama salah seorang ELF mancanegara yang telah datang ke Korea Selatan hanya untuk mendukung idolnya. Baik inilah dia, Dina!!!

Reporter           : Selamat pagi Dina, bagaimana kabar anda pagi ini?
Dina                 : selamat pagi, kabar saya hari ini baik, namun sedikit capek karena berteriak saat menonton super show kemarin.
Reporter           : wah, pasti hari ini sangat melelahkan bagi anda.
Dina                 : ya, memang benar hari ini sangat melelahkan namun saya sangat senang bisa diundang ke acara ini.
Reporter           : terima kasih atas kesedian anda mengikuti acara ini.

                                                *****************

Reporter           :  baiklah micha ssi, saya dengar anda berasal dari Indonesia?
Dina                 :  ya, benar saya  berasal dari Indonesia
Reporter           :  lalu, apa yang membuat anda jauh-jauh pergi ke Korea hanya untuk menonton super show ?
Dina                 :  saya sangat menyukai super junior sejak saya berada di kelas 9 SMP. Mereka baru sekali mengadakan konser di negara kami. Namun saat mereka berada di Indonesia, saya tidak dapat  menghadiri konser mereka karena saya sedang dalam ujian akhir semester. Jadi, saya memutuskan untuk menabung untuk menonoton mereka secara langsung di super show 4.
Reporter           : anda pasti bekerja sangat keras untuk bisa mendapatkan tiket yang sangat terbatas.  Bagaimana cara anda mendapatkannya?
Dina                 : Saya mempunyai beberapa teman yang berasal dari korea selatan yang kebetulan juga merupakan seoranng ELF di akun facebook saya. Dia mendengar cerita saya yang tidak dapat mengikuti konser mereka di Indonesia, kemudian  dia memberi saya sebuah tiket super show 4 di hari ulang tahun saya. Komawo nae chingu, Micha ssi...
Reporter           : wah, anda berteman sangat baik di dunia internet. Anda sungguh beruntung! Apakah kalian pergi bersama ke super show 4 ?
Dina                 : terima kasih atas pujiannya,
Saat saya tiba di bandara Incheon, dia menjemput saya dan menawarkan untuk tinggal di apartemennya. Dan kemarin kami pergi bersama ke super show 4. ini adalah hal yang sangat menyenangkan bagiku.
Reporter           : sungguh teman yang baik! Apakah anda mendapatkan apa yang anda inginkan saat super show ??
Dina                 : ya, saya tidak menyangka bahwa tiket yang saya dapatkan adalah tiket VVIP. Saya tidak banyak mengetahui tentang bahasa Korea, sehingga saya tidak menyadarinya. Namun, saya mendapatkan sedikit masalah saat akan memasuki tempat konser. ID card yang kami dapatkan sebagai tanda pembelian tiket tertinggal di apartemen.
Reporter           : ah, benarkah? Lalu apa yang terjadi pada kalian ?
Dina                 : saat itu, sudah tidak mungkin lagi untuk kembali ke aparetemen  karena acara 1 jam lagi dimulai. Dalam keadaan seperti ini, sudah dapat dipastikan kami tidak akan mendapatkan tempat yang strategis. Setelah bernegosiasi dengan petugas keamanan setempat kami berhasil diperbolehkan masuk, saya memberikan satu hadiah asli Indonesia yang rencananya akan saya berikan kepada personil suju kepada petugas keaamanan itu. Terima kasih pak polisi, kami sangat berterima kasih pada mu.
Reporter           : lalu bagaimana saat anda di dalam gedung?
Dina                 :  prediksi kami akan posisis kami memang benar-benar terjadi, kami tida berhasil mendapatkan tempat dimana kami bisa memandang wajah mereka dari dekat.  Tapi Tuhan Maha Adil, siwon mengambil banner yang kami bawa kesana. Kami benar-benar senang saat itu.
Reporter           : Saya pikir anda pantas mendapatkan semua itu karena semua kerja keras anda. Tapi, bagaimana dengan  hadiah yang bawa dari Indonesia itu?
Dina                 : hadiah itu tidak berhasil saya berikan pada mereka, dan saya tidak mungkin membawanya pulang, jadi saya pikir saya akan memberikannya pada teman-teman micha, atau pada siapa saja yang ingin.
Reporter           : ah, sungguh malang nasib hadiah-hadiah itu, bolehkan kami melihat hadiah apakah itu? Apakah kau membawanya sekarang?
Dina                 : ya, dengan senang hati akan saya tunjukkan.
                          Ini adalah syall batik yang saya buat bersama teman-teman ELF di Indonesia. Kami membuatnya bersama saat mereka tahu saya mendapatkankan tiket super show 4 secara Cuma-Cuma.
Reporter           : kalau begitu hadiah ini sungguh berharga bagi kalian. jika anda diberi kesempatan untuk bertemu dengan anggota super junior, apa yang akan anda lakukan?
Dina                 : ya, tentu ini merupakan barang yang sangat berharga karena kami mengerjakannya dengan tangan kami sendiri.
Jika saya dapat bertemu super junior, hal pertama yang akan saya lakukan adalah mengucapkan terima kasih dan maaf kepada mereka.
Reporter           : mengapa? Kebanyakan fans ingin meminta tanda tangan mereka atau berfoto bersama.
Dina                 : ya, sebenarnya saya juga menginginkan hal itu. Tapi, berkat mereka saya jadi mendapatkan sahabat yang dapat menemani saya setiap saat, karena mereka pula saya dapat belajar mengenai persahabatan dan kebersamaan. Saya ingin memililki kelompok seperti mereka. Memiliki kebersamaan yang kuat.
Reporter           : lalu, mengapa anda ingin meminta maaf kepada mereka?
Dina                 : Di Indonesia, saya hanyalah anak dari keluarga yang sederhana. Kedua orang tua saya juga memiliki target yang harus saya capai, jadi saya tidak dapat meninggalkan sekolah saya untuk menonton mereka atau mengikuti project ELF untuk suju. Selain itu, saya juga tinggal jauh dari ibu kota, sehingga saya tidak dapat melakukan apa-apa untuk mereka kecuali, membuka video mr.simple dari official page mereka berkali-kali agar mereka bisa menang dalam digital award dan berdo’a untuk kesuksesan mereka.
Reporter           : selain itu, apakah ada lagi yang ingin anda lakukan?
Dina                 : saya pikir, saya akan menelepon micha dahulu sebelum menemui mereka secara langsung, karena tidak adil rasanya jika hanya saya yang bertemu mereka, sedangkan teman yang membawa saya kesini tidak bertemu mereka. Dan kemudian kami bersama-sama menemui mereka. Selain itu saya ingin memberikan hadiah dari teman-teman saya di Indonesia kepada member suju  dan memintakan tanda tangan untuk mereka.
Reporter           : ah, anda adalah teman yang sangat baik.

Reporter           : Permisa, hari ini kita telah menyaksikan perjuangan ELF Indonesia untuk bertemu idolanya, karena semua perjuangannya itu, kami akan mewujudkan apa yang dia impikan.
Dina ssi, apakah micha berada disini?
Dina                 : ya, dia menonton disini.
Reporter           : Baiklah kita panggil micha untuk masuk ke acara! Silakan micha ssi..
                        Dan inilah hadiah dari kami untuk kalian berdua. SUPER JUNIOR silakan memasuki acara!!!!!
 
 
 
 
 
Dina                 : omo!!!
Reporter           : nah,  sekarang disini anda berada dalam satu acara tv dengan super junior, apa yang anda rasakan?
Super junior member : annyeonghaseyo, supeo junieoyo !!
Dina dan micha: annyeonghaseyo!!
Reporter           : super junior, pastinya kalian sudah tahu bahwa mereka adalah fans kalian dari atributnya, namun ini adalah fans dari Indonesia yang sengaja datang ke Korea hanya untuk menonton super show dan kalian tentu sudah mengetahui perjuangannya melalui acara ini, lalu bagaimana  menurut kalian ?
Leeteuk            : Saya sebagai ketua super junior sangat berterima kasih atas dukunganmu kepada kami. Terima kasih
                        Dan kami akan memberikan tanda cinta khusus untuk kalian berdua dan teman- teman dina di Indonesia, han, dul, set
Super junior member: “saranghae”
Reporter           : hahhahha, kalian benar-benar sangat  kompak !
Leeteuk            : kau tahu, Saya juga sangat menyukai Indonesia, suatu saat saya akan berlibur kesana, dan saya akan berkunjung kerumahmu, berikan alamat rumahmu!
Dina                 :  saya akan sangat senang sekali bila anda  pergi ke rumah saya
Reporter           : bagaimana dengan anda micha ssi?
Micha               : saya, pikir dia akan mengundang saya makan malam di rumahnya.
Reporter           : dina,lalu  apa yang ingin anda lakukan sekarang?
Dina                 : -meminta maaf pada suju, berterima kasih, foto bersama, memberikan hadiah, dan meminta tanda tangan mereka.-

Reporter           : baiklah pemirsa, 60 menit telah terlewati, tak terasa waktu berjalan sangat cepat dan kini saatnya kita berpisah, sampai jumpa di episode yang akan datang. Annyeong haseyo...
 
;