Kamis, 22 Juli 2021 0 komentar

Ruang sedih

Ketika perbuatan baik kita dicela itu.. rasanya sakit banget ya.
Apalagi kalau yg melakukan adalah salah satu orang terdekat kita.
Serba salah. Mau marah balik takutnya mereka ga terima dan menjauh, mau ditelan sendiri..rasanya kok pahit banget.

Terkadang hal-hal seperti itu yg akhirnya membuat kita jadi tertutup, enggan bercerita. Buat apa cerita kalo ternyata ujung-ujungnya kamu tidak bisa memahami saya? Kalo tidak bisa merespon positif, setidaknya mereka masih bisa diam dan mendengarkan saja kan? Harusnya.
Kesel banget sih. 

But, that's a life! 
Kita ga bisa mengontrol reaksi orang lain. 
Kita hanya bisa mengontrol respon & emosi kita sendiri ketika hal seperti itu terjadi.
Tidak semua orang sepaham dengan kita. Tidak semua orang bisa bijak mengeluarkan kata-kata. 

Satu yang perlu kamu ingat, their words can't define you!
Kamu lebih dari apa yg mereka katakan.
Kalau kamu yakin bahwa yg kamu lakukan benar dan bermanfaat (setidaknya bagi dirimu sendiri) maka lakukanlah!
Jangan berhenti!
Kalau memang perbuatanmu benar dan niatmu tulus, jangan pernah merasa gagal.
Sesungguhnya Allah lebih tahu seperti apa niatmu. Keep spirit ! 😊





          

Minggu, 18 Juli 2021 0 komentar

Peringatan!

Sekali lagi kuingatkan,

Kau tidak berhak atas mataku, apa kau paham?
Berhenti berayun disana seolah itu milikmu.

Berhenti merajut diatas alisku!
Menancapkan palang seolah di tiap belukarnya akan direbut orang.

Katakan padaku apa ada orang yang lebih egois dari dirimu?
Sementara lesung pipimu kau bagikan pada mereka
Dan lenganmu dengan sukarela kau jadikan tumpuannya.

Sekali lagi ku peringatkan.. jangan kau tunjukkan senyum nakalmu itu. 
Satu dari sekian kelemahanku.
Sudah ku petik senapan bisu ini dari dulu, bila bukan karena itu.







































NB : masih butuh perbaikan disana-sini. Pasti akan dirubah-rubah lagi. Akhir2 ini kalo bengong/gabut pengennya bikin sesuatu atau exercising on 'something'. 
Ga selalu hal yg w alamin, tp apa aja yg saat itu terlintas di kepala. I wish i can get better on writing something 💪🏻
Kamis, 15 Juli 2021 0 komentar

Rumpang

 

Malam ini aku punya setumpuk rindu. 

Yang menggeliat dari dasar jiwa yang rapuh, mengetuk-ngetuk pintu rumahmu. Melalap habis isi kepala yang riuh

Malam ini aku punya setumpuk rindu, yang mungkin tak akan pernah terpuaskan.

Aku rindu pada 2 kucingku yang dulu
Kucing putihku telah mati, sedang yang satu entah kemana pergi, atau mungkin memang sengaja dibuang ayahku.. aku rindu rengekan mereka saat subuh seolah membangunkan aku dr tidur lelap, dan menyuruhku bersiap untuk menjadi kuat pada hari-hari suram itu.

Aku rindu nenekku. Telah lama ia kembali pada Sang Pencipta.
Aku rindu dibelikan baju tidur saat mudik lebaran. Aku rindu ia omeli ketika tidak sengaja minum dg tangan kiri. Aku rindu aroma khas tubuh tua renta, kasur lapuk, dan kamar lembab nenekku.. ah.. mungkin ibuku lebih merindukannya.

Aku rindu rutinitasku tepat setahun yg lalu dari sekarang. Aku rindu menjalani hari-hariku dg senyum sumringah khas gadis yg sedang kasmaran. Aku rindu kau nyanyikan lagu-lagu pilu. Aku rindu gelak tawamu saat mendengar cerita-ceritaku.

Apa kau tau terbuat dari apa rindu itu?
Sepertiga dari rindu adalah rasa sesal.
Menyesal tidak menghargai tiap detik yang kuisi bersamamu, bersama mereka. 

Sepertiga lagi adalah perpisahan. Ya, karna tanpa perpisahan tak mungkin timbul yang namanya rindu. Aku benci kata itu. Tapi mereka bilang, perpisahan adalah milik semua yg bernyawa di semesta ini.

Dan sisanya adalah kekosongan. Kekosongan ku saat ini yg berharap bisa diisi dg kenangan-kenangan itu lagi, bersamamu, bersama mereka.
Temanku bilang bahwa Tuhan akan mengosongkan hatimu untuk mengisinya dg yang baru, yang lebih baik. Aku setuju. Dengan syarat bahwa itu benar kosong.

Tapi bagaimana dengan rumpang?
Bisakah dahan yang tlah patah kau sambung lagi ?
Gelas yg pecah kau satukan lagi?
Dan paku yg tlah tertanam kau cabut tanpa meninggalkan lubang ?

Mungkin aku meragukanmu.
Tapi Tuhan lain cerita.
Entah apa skenario selanjutnya..
Ku biarkan Tuhan  merampungkan apa yg rumpang.





                      

Selasa, 13 Juli 2021 0 komentar

Bulan malam ini

 Git.. malam ini aku melihat bulan indah sekali.. pun bintangnya..

Langit sangat cerah malam ini.
Dia bergeser git. Aku lebih suka posisinya yang awal.. tapi bulan tetaplah cantik.
Hanya sudut pandangku yg berubah, seiring berjalannya waktu.

Waktu berjalan, musim berubah. 
Menggeser, mengganti, merubah, apapun yang ada di semesta. Tak ada yang tak fana.


Seperti minum kopi git.. harus pada hangat yg pas. Tidak terlalu panas, dan jangan kau biarkan menjadi dingin.
Ini perihal waktu git.

Waktu yg tepat.

Waktu itu akan datang git. Seperti waktu kamu datang kepadaku. Yang akhirnya menjadi teman hidupku saat ini. Menjadi saksi atas semua pesakitan. Pelampiasan sepi-heningnya malamku.

Tapi malam ini ironi git..
Mengapa bulan begitu indah disaat pilu melingkupi kami. Bulan seakan tidak peduli atas ratapan anak-anak yang menjadi yatim.

"Bulan tidak salah, sudut pandangmu dan bulan berbeda" sahutmu.




                






Nb : maaf atas kualitas gambarnya.. sungguh malam ini bulan puluhan kali lebih cantik dr gambar itu, andai kamu tahu..



 
;